Masalah atau Problem adalah biasa

Untuk melakukan intropeksi diri, dan melakukan sebuah perbaikan diri membutuhkan sebuah perenungan, hal ini aku lakukan ketika terjebak dalam sebuah masalah atau persoalan hidup, padahal masalah atau persoalan pada hakekatnya itu adalah sebuah hal yang wajar, karena merupakan bagian dari sebuah perjalanan hidup.

sebuah perenungan ini terjadi ketika aku membaca sebuah tulisan blognya.  Dia sudah bahagia sekarang, dan aku harus bisa merasakan kebahagiaan itu. Walau terkadang rasa iri dan kerinduan yang terus menghalangi dan memaksa diriku untuk marah dan bertindak tidak mau merasakan kebahagaiaannya.

Dalam sebuah kamar dengan sedikit lampu aku berusaha mencari sebuah penerangan, kebetulan di depan ku ada sebuah cermin, aku menatap guratan wajahku sendiri, dan mengamati dengan  detail mata, telinga, mulut, dan rambut. “Alhamdulillah, semuanya masih normal” sahutku dalam hati.

badan ini kemudian sedikit terasa lelah dan ingin kurebahkan sambil mengingat2 kembali sebuah cerita dari seorang biksu thailand, dan Mentor dalam acara sebuah seminar di bandung.

” Good, Bad, who knows? “
” What your focus will you expand”

 

dua kalimat tersebut terus ter-ngiang – ngiang dalam pikiranku,

Biksu itu bercerita tentang seorang raja yang terselamatkan akibat ulah konyol, seorang perdana mentrinya yang membuat gigi sang raja putus, sehingga dia tidak jadi sebagai Tumbal upacara persembahan kepada Dewa Matahari pada saat berburu sedirian di sebuah hutan, dan di tangkap oleh suku pedalaman. Betapa senangnya sang raja, dia berlari menuju ruang tahanan perdana mentri dan menceritakan semua kejadian tsb, sang raja berterima kasih dan meminta maaf karena telah menjebloskan kedalam penjara. Perdana mentri itu sangat senang sampai meneteteskan air mata bukan karena dia keluarkan dalam penjara, tapi karena dia juga terselamatkan dari kematian, karena kalau perdana mentri tsb tidak di penjara, maka dia akan di bunuh oleh suku terasing sebagai penganti sang raja  sebab perdana mentrinya tidak mungkin meninggalkan sang raja berburu sendirian di hutan.

atau sebuah cerita tentang seorang manager yang mengucapkan penyesalan dan ucapan terima kasih di sebuah koran gara-gara ingin segera menuju airport namun salah naik taksi yang sopirnya tidak tau jalan sehingga dia ketinggalan pesawatnya. sehingga seorang manager itupun marah besar dan memaki-maki sang sopir, kemudian dia ganti taksi, namun sesampainya di airport dia terlambat, pesawatnya sudah lepas landas tapi dia mendapat kabar jika pesawat yang rencana mau di tumpanginya kecelakaan setelah beberapa jam lepas landas dari bandara!!!

Kejadian, baik, buruk, siapa yang tahu kedepannya kita seperti apa?
bisa jadi itu adalah yang terbaik buat kita, semua rencana Tuhan kita tak akan pernah tahu. Mungkin jika si sopir itu membenci si Manager dan tahu kejadian yang akan datang, dia akan sangat menyesal karena tidak mengantarkan Manager tsb tepat waktu, coba kalau tepat waktu, si manager tsb akan meninggal.

 

Yaps… seharusnya aku tidak mempermasalahkan semua masalahku, karena itu hal yang wajar dan menganggap itu adalah sebuah kejadian yang terbaik atau anugerah Tuhan kepada saya, dan fokus pada peluang dan mimpi-mimpi ku yang harus aku kejar, semakin saya fokus pada masalah saya, maka saya tidak akan mampu melihat dengan jelas apa peluang yang bisa aku raih untuk mewujudkan sebuah mimpi-mimpiku, ya, saya sangat setuju  itu.

Kejadian saat ini yang aku dapatkan dan aku nikmati, baik dan buruknya adalah hasil atau pekerjaanku dari masa lalu, sedangkan masa depan adalah hasil pekerjaan yang kulakukan di masa kini atau saat ini yang sedang aku kerjakan.

Masalah atau problem yang datang seharusnya kujadikan sebagai partner untuk mengembangkan diriku menjadi manusia yang lebih baik.

Seharusnya aku tidak menyia-nyiakan masa kini dan membuang waktuku dengan percuma. Begitu juga dengan anda… !!!!

Suara murrotal surat al-fatihah dari HP membangunkanku dari tidur dan aku pun tersadar, sekarang sudah menjelang waktu subuh, ” Alhamdulillah, aku bersyukur kepadamu Ya Allah, karena Engkau telah menciptakan aku menjadi seorang yang sangat bahagia”

akupun berniat menuliskan ini setelah sholat subuh.

 

Cirebon, 20 Juni 2011

 

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.