Intuisi
08 Sep 2010 Leave a Comment
Intuisi bukan bersifat feminin atau maskulin. Terkadang kita mendengar
orang berbicara tentang ”intuisi feminin” karena intuisi dianggap lebih
berhubungan dengan aspek ”perasaan” yang menjadi kodrat setiap manusia.
Pada kenyataannya, intuisi hadir secara merata baik dalam diri laki-laki
maupun perempuan. Biasanya perempuan lebih intuitif dalam pemahaman mereka
terhadap orang lain, sementara laki-laki sering lebih intuitif dalam bidang
pekerjaan mereka.
Sebenarnya, intuisi adalah perasaan yang tenang dan impersonal. Perempuan
terbiasa hidup dengan perasaan, lebih dalam bentuk emosi, sementara itu
laki-laki cenderung lebih impersonal. Kombinasi dari dua sifat inilah yang
menghasilkan intuisi.
Intuisi berasal dari alam bawah sadar kita yang merupakan bagian dari diri
yang lebih tinggi dan merupakan bagian dari seluruh makhluk hidup. Alam ini
merupakan kekuatan intelijen yang bekerja melalui kesadaran akan semua hal, dan
mampu menanggapi pikiran setiap manusia.
Dalam menggunakan tuntunan yang sejati, kita perlu memahami bahwa intuisi
merupakan kondisi kewaspadaan yang secara terus-menerus berevolusi dan selalu
beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan kita. Berikut ini adalah beberapa hal
penting yang bisa membantu Anda dalam mengikuti intuisi Anda demi mendapatkan
hasil yang terbaik:
KESEDIAAN UNTUK BERTINDAK
Kebanyakan orang takut untuk bertindak sebelum menerima kepastian definitif
bahwa tuntunan mereka sangat benar. Keraguan ini cenderung menghalangi aliran
intuisi, sehingga tuntunan itu akhirnya semakin mengering. Bertindak
berdasarkan intuisi layaknya mengambil air dari sumber air alami. Semakin Anda
terus menggunakannya, semakin besar salurannya dan semakin melimpah aliran
airnya.
INTUISI MUNCUL DENGAN CARA-CARA TAK TERDUGA
Ketika Anda sungguh-sungguh berusaha untuk mengikuti tuntunan batin, alam
bawah sadar akan membantu Anda dengan cara-cara yang luar biasa. Mungkin ketika
Anda sedang istirahat atau berjalan-jalan, intuisi itu muncul secara tiba-tiba.
Segeralah ambil secarik kertas dan tuangkan semua ide Anda seketika itu juga,
karena momen tesebut tidak akan kembali untuk kedua kalinya.
JANGAN PUTUS ASA KARENA RINTANGAN
Pertama kalinya ketika berusaha mengikuti intuisi, Anda mungkin akan
menghadapi banyak rintangan dan kesulitan. Anda mungkin berpikir: ”Saya rasa
tidak seharusnya saya melakukan hal ini,” tetapi semua rintangan itu sebenarnya
adalah ujian yang berharga bagi Anda. Cobalah untuk melihat penghalang langkah
Anda sebagai kesempatan untuk mengerahkan lebih banyak energi ke arah
pencapaian tujuan Anda.
DENGARKAN SETIAP LANGKAH DARI INTUISI
Jika Anda tidak merasakan kejelasan yang kuat dari intuisi Anda, jangan
bertindak dengan kekuatan penuh. Melangkahlah satu per satu. Tetapi jika
langkah Anda tidak terasa benar, jangan melangkah terlalu banyak. Untuk
menyeimbangkan kekuatan intuisi, berilah kesempatan pada diri Anda melakukan
koreksi secara teratur.
GUNAKAN PENGUJIAN AKAL SEHAT
Saat bekerja dengan intuisi, jangan mengabaikan perintah-perintah sederhana
dari penilaian Anda sendiri, karena alam semesta diatur oleh hukum-hukum yang
perlu diperhatikan. Jadi jika intuisi meminta Anda untuk loncat dari atas
tebing, gunakanlah akal sehat dan taatilah hukum gravitasi sampai petunjuk
lebih lanjut datang.
BEKERJASAMA DENGAN ORANG LAIN
Jangan memaksakan intuisi Anda pada orang lain dalam melakukan sesuatu,
karena mereka juga memiliki tuntunan sendiri. Ketika bekerja bersama orang
lain, bagikanlah tuntunan batin Anda sebagai suatu kemungkinan alternatif
daripada sebagai sesuatu yang mutlak. Dengan menyimpannya di dalam hati,
tuntunan Anda akan tumbuh semakin kuat sepanjang waktu.
Jadi jangan pernah ragu untuk selalu melakukan segala sesuatu berdasarkan
intuisi. Bahkan jika tindakan kita mengarah ke jalur yang salah, namun bila
kita dengan tulus meminta tuntunan batin, niscaya kita akan diarahkan kembali
ke jalan yang benar.
Untuk menyelaraskan diri kita dengan aliran alam bawah sadar, kita harus
hidup dengan cara yang berani dan gigih. Kita juga harus menyeimbangkan upaya
kita dengan kerendahan hati dan keterbukaan pada segala sesuatu
Albert Einstein:
“ Intelektual mempunyai peranan yang kecil dalam sebuah penemuan. Bila
datang sebuah lompatan dalam kesadaran, sebut itu sebagai intuisi atau apa saja
sesuai dengan keinginanmu, solusi akan datang kepadamu dan kamu tidak tahu
bagaimana atau mengapa.”
“ Sesuatu yang paling berharga adalah intuisi”
“Pikiran yang intuitif adalah suatu karunia suci, dan pikiran yang masuk
akal adalah seorang pelayan yang setia. Kita sudah menciptakan masyarakat yang
menghormati pelayan dan melupakan karunia suci.”
Tentu saja, seperti halnya logika, intuisi juga bisa salah. Intuisi kreatif
memang tidak bisa dirumuskan. Tetapi apakah ”feeling” anda itu patut untuk
diikuti, ada beberapa pertanyaan yang bisa dipakai sebagai penguji.
1–Bedakan intuisi dari angan-angan muluk.
Tanyakan pada diri anda, apakah anda dipengaruhi oleh pikiran yang
muluk-muluk atau oleh usaha reka-reka. James Cook, presiden direktur
L.G.Balfour mengatakan bahwa biasanya ia membedakan antara ”feeling” dan
“coba-coba”, dengan mengamati reaksinya sendiri bila koleganya menghantam
gagasannya. Jika ”feeling” itu masih terus bertahan dan tak juga padam walaupun
ia sudah mencernanya kembali, maka ia cenderung bertahan dengan feelingnya itu.
2–Bedakan intuisi dari keinginan pribadi.
Apakah kesimpulan intuisi anda itu didasarkan pada apa yang oleh para ahli
psikologi dinamakan dengan persepsi selektif? Apakah suatu produk mati ingin
dipertahankan hanya karena anda bangga pada produk karya anda sendiri? Atau
apakah anda memiliki dasar tertentu atas intuisi anda? Apakah anda ingin
menjual hak suatu produk yang sukses hanya karena anda bosan dengan produk itu.
3–Bedakan intuisi dari kekakuan berpikir.
Apakah kesimpulan anda lebih didasarkan pada intuisi atau kekakuan
berpikir? Dengan kata lain, apakah reaksi anda itu didasarkan pada kebiasaan
lama, atau keengganan untuk menerima kenyataan bahwa telah terjadi perubahan di
lingkungan sekitar anda?
4–Bedakan intuisi dari emosi pribadi.
Apakah penilaian anda dipengaruhi oleh kecenderungan pribadi anda, misalnya
kecenderungan untuk optimis atau pesimis? Apakah anda dipengaruhi oleh luapan
emosi? Contoh klasik dari kasus ini bisa kita lihat pada kalangan bisnis
Inggris. Mereka terus mempertahankan produk yang menghabiskan uang hanya karena
istana Buckingham masih memakai produk itu. Padahal masyarakat umum sudah tidak
menyukainya sama sekali.
5–Bedakan intuisi dari keterburu-buruan.
Dapatkah anda mengadakan suatu uji-coba terlebih dahulu dan menghindari
suatu komitmen yang terlalu dini serta tak mungkin lagi diperbaiki? Seorang
jendral yang mempunyai ”feeling” bahwa garis pertahanan musuh terlalu panjang,
ada kemungkinan akan melakukan manuver uji-coba dahulu, sebelum mengirimkan
seluruh pasukannya ke medam pertempuran. Intuisi hendaklah senantiasa dimonitor
dan dites. Menurut Richard Brown, bekas presiden direktur Towle Manufacturing
Co., ”Bila keputusan didasarkan atas intuisi, maka secara alamiah anda
cenderung tetap dekat dengan keputusan itu dan memeriksanya lebih cepat serta
lebih sering, daripada keputusan yang didasarkan pada penalaran yang kuat.”
6–Bedakan intuisi dari keengganan untuk menguji.
Pertanyaan lain dalam menguji intuisi adalah seperti yang diutarakan oleh
Joan de Arc, ”Kata batin itu mungkin saja lebih keras dan lebih jelas, tetapi
dari manakah datangnya? Dari surga atau neraka?” Dan pengaman yang paling pokok
ialah menghindari rasa keras kepala, mau mendengarkan secara simatik pada apa
yang dikatakan oleh orang lain dan membawa semua keputusan itu, baik sebagai
hasil penalaran atau hasil intuisi, kepada suatu pengujian yang terus-menerus.
sumber : Dari sebuah milis